<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cermin Community</title>
	<atom:link href="http://cermincommunity.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cermincommunity.wordpress.com</link>
	<description>kelompok pengkajian sastra dan budaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 13:36:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cermincommunity.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1fe709107f3126e438796a618e43fa89?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Cermin Community</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cermincommunity.wordpress.com/osd.xml" title="Cermin Community" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cermincommunity.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>kiat menulis</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2010/07/03/kiat-menulis/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2010/07/03/kiat-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 13:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[1. Langkah pertama untuk menjadi seorang penulis adalah memiliki sebuah ide. 2. Adanya sebuah ide yang hendak disampaikan ini penting sekali bagi seorang penulis, karena, jika seseorang itu tidak memiliki ide, maka sebaiknya jangan menjadi penulis. 3. Ide tersebut harus sudah matang. 4. Jika seseorang bercita-cita menjadi penulis, tapi lingkup sosialnya menghalangi, misalnya mengatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=264&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Langkah pertama untuk menjadi seorang penulis adalah memiliki sebuah ide.<br />
2. Adanya sebuah ide yang hendak disampaikan ini penting sekali bagi seorang penulis, karena, jika seseorang itu tidak memiliki ide, maka sebaiknya jangan menjadi penulis.<br />
3. Ide tersebut harus sudah matang.<br />
4. Jika seseorang bercita-cita menjadi penulis, tapi lingkup sosialnya menghalangi, misalnya mengatakan bahwa tulisannya jelek atau dia tidak punya bakat menjadi seorang penulis, maka janganlah putus asa! Bakat, dalam hal ini, bukan yang paling penting, karena yang terpenting adalah,”Menulislah terus, kalau perlu, sampai mampus!”<br />
5. Jangan pula putus asa jika setelah menulis tiada henti tapi tulisannya masih dibilang kurang bagus, karena, dari seribu tulisan yang dihasilkan, pastilah salah satunya ada yang bagus.<br />
6. Jangan lupa juga bahwa bagus tidaknya tulisan seseorang bukan dinilai oleh orang lain melainkan oleh dirinya sendiri. Asalkan seseorang itu, dengan kemampuannya sendiri, telah mencurahkan seluruh inderanya, kemampuan terbaiknya, untuk menghasilkan sebuah tulisan, maka itu adalah tulisan yang baik dan bagus.<br />
7. Jika tulisan yang sudah baik dan bagus itu ternyata tidak juga berhasil dimuat oleh media massa, misalnya tidak dimuat oleh Kompas, tidak perlu berkecil hati karena itu namanya merendahkan diri sendiri. Kita, sebagai penulis, tidak perlu memakai yang umum sebagai ukuran.<br />
8. Niat untuk menjadi seorang penulis harus dibedakan dengan niat seseorang untuk mencari nafkah dengan menulis. Jika niatnya menjadi seorang penulis lebih kepada keinginan untuk mencari nafkah, ya mau tidak mau harus berpikir secara praktis, dan mencari tahu, mempelajari tulisan macam apa yang dibeli orang.<br />
9. Kunci terpentingnya adalah dengan banyak membaca.<br />
10. Karena good writing comes from good reading. Jadi, adalah omong kosong jika ada seseorang yang ingin menjadi penulis tapi tidak suka membaca.<br />
-pengurus-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=264&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2010/07/03/kiat-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serambi Rumahku</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/serambi-rumahku/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/serambi-rumahku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 13:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Sinar pagi menyapa dedaunan Rerumputan menjalar merangkak Tersandung di kerasnya pembatas Dibalik pasir menggunung Angin merambat, menyentuh setiap daun pada batang Senada nyanyian alam yang berkicau menyahut matahari Sehabis bulan menampakan diri Ditengah dingin menyelimuti padang Serambi rumahku kembali menyapa Penat sesak hilang Bersatu bersama harmoni alam Membangunkan setiap asa. _Tomi_<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=255&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sinar pagi menyapa dedaunan<br />
Rerumputan menjalar merangkak<br />
Tersandung di kerasnya pembatas<br />
Dibalik pasir menggunung</p>
<p>Angin merambat, menyentuh setiap daun pada batang<br />
Senada nyanyian alam yang berkicau menyahut matahari<br />
Sehabis bulan menampakan diri<br />
Ditengah dingin menyelimuti padang</p>
<p>Serambi rumahku kembali menyapa<br />
Penat sesak hilang<br />
Bersatu bersama harmoni alam<br />
Membangunkan setiap asa.</p>
<p>_Tomi_</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=255&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/serambi-rumahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamar Penyendiri</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/kamar-penyendiri/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/kamar-penyendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 13:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Terbatas di dinginnya dinding Menguning disetiap sisi Laba-laba mengikat sarangnya Rayap mengikis Seperti labirin, terjebak Kesendirian mengunci Memapah sayap-sayap sunyi Bersandar Diselimuti debu-debu usang Mengenal batas langkah Rebah pasrah memperkosa akal _Tomi_<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=253&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terbatas di dinginnya dinding<br />
Menguning disetiap sisi<br />
Laba-laba mengikat sarangnya<br />
Rayap mengikis<br />
Seperti labirin, terjebak</p>
<p>Kesendirian mengunci<br />
Memapah sayap-sayap sunyi<br />
Bersandar<br />
Diselimuti debu-debu usang<br />
Mengenal batas langkah<br />
Rebah pasrah memperkosa akal</p>
<p>_Tomi_</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=253&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/kamar-penyendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEBU</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/debu/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/debu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 13:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Aku berasal dari kumpulan-kumpulan debu mengendap Mengambang diantara hitamnya pekat Lepas ditiup kebohongan Menjelma, Pernah terperangkap api Membara menyelimuti hati Gubuk reot bertahan diri Rubuh bersama hari Sampaikan salam ku kepada matahari Debu ini beranjak pergi. _ToMi_<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=250&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku berasal dari kumpulan-kumpulan debu mengendap<br />
Mengambang diantara hitamnya pekat<br />
Lepas ditiup kebohongan<br />
Menjelma, </p>
<p>Pernah terperangkap api<br />
Membara menyelimuti hati<br />
Gubuk reot bertahan diri<br />
Rubuh bersama hari</p>
<p>Sampaikan salam ku kepada matahari<br />
Debu ini beranjak pergi.</p>
<p>_ToMi_</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=250&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/08/08/debu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Emily Jane Bronte</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/sajak-emily-jane-bronte/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/sajak-emily-jane-bronte/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 23:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Jane Bronte]]></category>
		<category><![CDATA[pinyu]]></category>
		<category><![CDATA[sajak terjemahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/sajak-terjemahan-emily-jane-bronte/</guid>
		<description><![CDATA[Mild The Mist Upon The Hill Mild the mist upon the hill telling not of storms tomorrow; no, the day has wept its fill, spent its store of silent sorrow. O, I’m gone back to the days of youth, I am a child once more, and neath my father’sheltering roof and near the old hall [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=248&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mild The Mist Upon The Hill</strong></p>
<p>Mild the mist upon the hill<br />
telling not of storms tomorrow;<br />
no, the day has wept its fill,<br />
spent its store of silent sorrow.</p>
<p>O, I’m gone back to the days of youth,<br />
I am a child once more,<br />
and neath my father’sheltering roof<br />
and near the old hall door</p>
<p>I watch this cloudy evening fall<br />
After a day of raining;<br />
blue mists, sweet mists of summer pall<br />
the horizon’s mountain chain.</p>
<p>The damp stands on the long green grass<br />
as thick as morning’s tears,<br />
and dreamy scents of fragrance pass<br />
that breathe of other years.</p>
<p>***</p>
<p><strong>Embun Di Atas Bukit </strong></p>
<p>Embun di atas bukit<br />
kabarkan esok badai tak datang;<br />
namun, hari telah tangisi segalanya,<br />
cucurkan kepedihan yang bungkam</p>
<p>o, aku kembali beranjak muda,<br />
kembali jadi kanak lagi,<br />
dan berteduh di bawah tegap dagu ayah<br />
dekat sebuah pintu tua </p>
<p>ku saksikan awan petang bersingsut turun<br />
setelah rimbun hujan;<br />
embun biru, embun yang indah pada musim panas yang pucat<br />
di cakrawala rentetan gunung-gunung</p>
<p>kabut selubungi hamparan hijau rerumputan<br />
sepekat air mata sang pagi,<br />
dan seharum wewangian alam mimpi<br />
nafas tahun-tahun yang lain.</p>
<p>-Pinyu-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=248&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/sajak-emily-jane-bronte/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujung Untuk Tanya</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/ujung-untuk-tanya/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/ujung-untuk-tanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 23:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[ijonk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/ujung-untuk-tanya/</guid>
		<description><![CDATA[Hempasan demi hempasan mendera Tanpa ada satu kata ampun menyertai Pasrah untuk memahami semua keadaan Terlalu banyak deraan yang menghimpit Perjalanan yang tak mungkin untuk dihentikan Namun rintangan tak pernah hilang Suara-suara dari barat-pun terus memanggil Namun telinga tidak pernah ingin mendengar Hanya hati yang berusaha keras berjuang Langkah gontai tetap jadi andalan Terkadang hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=247&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hempasan demi hempasan mendera<br />
Tanpa ada satu kata ampun menyertai<br />
Pasrah untuk memahami semua keadaan<br />
Terlalu banyak deraan yang menghimpit<br />
Perjalanan yang tak mungkin untuk dihentikan<br />
Namun rintangan tak pernah hilang<br />
Suara-suara dari barat-pun terus memanggil<br />
Namun telinga tidak pernah ingin mendengar<br />
Hanya hati yang berusaha keras berjuang<br />
Langkah gontai tetap jadi andalan<br />
Terkadang hanya jiwa yang terus bersikeras<br />
Karna raga sudah tak mampu digerakkan<br />
Para pemuja-pemuja harta ikut mendorong<br />
Menjatuhkan kedalam jurang yang paling dalam<br />
Jalan hidup yang tak pernah bisa tertebak<br />
Membiarkan diri terpenjara Tanya<br />
Ujung yang masih terasa semu<br />
Yang selalu ingin di temukan<br />
Meski Tanya selalu menggerogoti</p>
<p>-IjonK-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=247&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/ujung-untuk-tanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesatria Berkuda Hitam</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/kesatria-berkuda-hitam/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/kesatria-berkuda-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 23:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[ijonk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/kesatria-berkuda-hitam/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kata untuk kesatria berkuda hitam Kata yang tidak hanya satu saja Namun akan terus terangkai menjadi indah Terimalah persembahan dari dasar hati ini Yang tersanjung akan pesonamu Membuat jiwa melambung tinggi diangkasa Tanpa sayap yang membawa terbang Semua akan selalu menjadi indah Sampai akhir dari semua cerita hidup Tak peduli ini hanya pengharapan semata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=246&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kata untuk kesatria berkuda hitam<br />
Kata yang tidak hanya satu saja<br />
Namun akan terus terangkai menjadi indah<br />
Terimalah persembahan dari dasar hati ini<br />
Yang tersanjung akan pesonamu<br />
Membuat jiwa melambung tinggi diangkasa<br />
Tanpa sayap yang membawa terbang<br />
Semua akan selalu menjadi indah<br />
Sampai akhir dari semua cerita hidup<br />
Tak peduli ini hanya pengharapan semata<br />
Semua akan terus terangkai indah<br />
Percayalah akan kata yang terucap<br />
Semua takkan menjadi dusta semata<br />
Bumi dan langit telah memahaminya<br />
Cobalah untuk mengerti rasa yang ada<br />
Larutkan hati dalam kisah yang telah terukir<br />
Kisah untuk masa depan yang gemilang<br />
Di bawah sinar bulan pada malam hari<br />
Atau dibawah teriknya matahari siang<br />
Demi keagungan cinta didasar hati<br />
Telah mempersembahkan pada hidup<br />
Akan arti dari yang pernah terjadi<br />
Ingat akan ketulusan yang mendasari<br />
Bukan kemunafikan yang dianut<br />
Angkasa yang tak berujung sama sekali<br />
Menyadarkan semua ketulusan ini<br />
Mungkin bibir bisa berucap dusta<br />
Tapi ketahuilah hati yang susah diingkari<br />
Misteri telah menyelimuti semuanya<br />
Dan masalah telah tercipta menusuk sanubari<br />
Namun kata yang terangkai akan terus terangkai<br />
Menjadikan rangkaian itu bermakna dalam<br />
Yang akan dipahami jika bisa untuk tulus<br />
Dan memahami setiap rangkaian kata<br />
Seperti bumi dan langit yang telah memahaminya.</p>
<p>-IjonK-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=246&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/07/08/kesatria-berkuda-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anoreksia Kritik</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/anoreksia-kritik/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/anoreksia-kritik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 16:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/anoreksia-kritik/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Condra Antoni* Dalam ilmu kesehatan, anoreksia adalah kelainan psikis yang diderita seseorang berupa kekurangan nafsu makan meski sebenarnya lapar dan berselera terhadap makanan. Kalaupun mereka makan, maka mereka akan memuntahkan kembali makanan tersebut. Pembahasan tentang anoreksia dalam kehidupan pernah dilaukan oleh Noah St John dalam bukunya Permitted To Succeed (Izin Untuk Sukses, Interaksara, 2005). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=245&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Condra Antoni* </p>
<p>Dalam ilmu kesehatan, anoreksia adalah kelainan psikis yang diderita seseorang berupa kekurangan nafsu makan meski sebenarnya lapar dan berselera terhadap makanan. Kalaupun mereka makan, maka mereka akan memuntahkan kembali makanan tersebut.  </p>
<p>Pembahasan tentang anoreksia dalam kehidupan pernah dilaukan oleh Noah St John dalam bukunya Permitted To Succeed (Izin Untuk Sukses, Interaksara, 2005). Dalam buku tersebut Noah membahas tentang apa yang disebut dengan anoreksia sukses. Ia membahas tentang bagaimana seseorang tidak bisa sukses karena dia sendiri yang menghambat dirinya untuk mencapai kesuksesan dengan mengaktifkan impuls-impuls negatif sehubungan dengan penegasian self-esteem (menghargai ketidakterbatasan kemampuan diri sendiri). </p>
<p>Dalam tulisan ini, penulis mencoba berurai papar tentang anoreksia kritik yang menjangkiti keindonesiaan kita. <span id="more-245"></span></p>
<p>Saat kita membaca media cetak, menonton televisi, mendengar radio, sering kita disuguhkan dengan berbagai kritik dan analisa atas peristiwa. Berbagai hal di kritisi dan di analisis baik itu oleh orang yang memang berlatar belakang parallel dengan topik peristiwa yang dikritisi dan dianalisis, pengamat, ataupun orang yang hanya sebatas melihat sepintas lalu, lantas mencoba mengkritisi dan menjustifikasi hasil pengamatan-sepintas lalunya. Ini adalah fenomena zaman baheula yang tiada alpa berulang sampai pada kekinian.  </p>
<p>Sehubungan dengan efektifitas kritik, salah satu ungkapan (pesimis) yang cukup popular adalah kritik atas kritikus (baca : komentator) sepak bola. Bahwa, kritikan seorang kritikus sepakbola tidaklah mengakibatkan skor suatu pertandingan berubah. Kita lihat ketika suatu pertandingan berlangsung di layar kaca, pada saat yang sama kritikus sepakbola memaparkan tentang analisa-analisa dan kemungkinan yang ada. Tapi tetap saja skor pertandingan sebagian tidak bisa diprediksi, begitupun dengan gaya permainan para pemain yang tidak sesuai dengan harapan dan penuh ketidakterdugaan. </p>
<p>Kita juga bisa melihat ada ketidaksinambungan ruang antara pemain dan komentatornya.   Pemain berada di ruang bebas kritik yang mengamini setiap peristiwa secara spontan. Sedangkan kritikus atau komentator sepakbola berada di ruang lain yang ber AC dengan setelan jas dan dasi berbicara cuap-cuap tentang sekumpulan orang yang berlari kian kemari bersimbah keringat di lapangan terbuka. </p>
<p>Barangkali hal inilah yang terus menggejala di bangsa ini. Kebobrokan Indonesia sebagai bangsa sudah sedemikian menggema di seantero jagat. Tapi persoalan bangsa ini justru semakin bervariasi. Kebobrokan tersebut bukan sekedar diketahui. Tapi telah berjibun kritik dan solusi yang ajukan sebagai penawarnya.  </p>
<p>Kenyatannya kritik dan sosusi tersebut memang tak ubahnya kritik atas sepakbola dari ruang berbeda. Tidak jelas entah di mana kelirunya penawar, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, sangat sedikit sekali (untuk tidak mengatakan tidak ada sama sekali) bekerja di wilayah kebobrokan tersebut. Tidak ada efek jera atas kebobrokan yang sudah diketahui, dikritisi, dan diberikan solusi oleh khalayak dunia.  </p>
<p>Padahal, dalam sebuah peradaban, bagaimanapun, kritik adalah sebuah jalan keluar yang dikenal ampuh untuk pencerahan. Banyak perubahan telah terjadi sebagai efek langsung dari kritik. Pada tingkat yang paling sederhana, kritik orangtua terhadap anaknya yang tidak pada aturan agama dan moral lalu disertai dengan solusi dalam bentuk pengajaran dan nasehat-nasehat kebaikan, adalah sebuah bangunan awal yang kokoh untuk membentuk kepribadian anak di masa yang akan datang. Kritik pada berpotensi signifikan memanusiakan kemanusiaan anak.  Padamulanya adalah kritik. Ia berperan sebagai sebuah entitas penggerak perubahan untuk menuju sebuah kelebih-baikan dan kelebih-beradaban.  </p>
<p>Akan tapi, justru yang menggejala dalam situasi keindonesiaan hari ini adalah  apa yang disebut sebagai anoreksia kritik. </p>
<p>Fenomena ini bisa dilihat dari respon banyak Decision maker bangsa ini terhadap kritik. Mereka tentunya bukan tidak tahu bahwa mereka sedang dikritik. Mereka tentunya juga sangat memahami detil dari persoalan yang semakin hari semakin beragam. Tapi ketika kritik itu hadir di hadapan mereka, mereka memalingkan muka, bersikap pura-pura mendengar dan pura-pura mengamini sebagai reaksi elegan penolakan. Ini adalah gaya penolakan kelas elit penguasa tentunya. Karena mereka ingin tetap kelihatan baik walaupun dalam hati menolak. </p>
<p>Pada dasarnya tentunya mereka yang dipercaya sebagai pengemban amanah rakyat butuh kritik. Sebab menerima kritik dengan tulus adalah keputusan heroik yang menguntungkan mereka di masa yang akan datang. Ketika mereka menseriusi kritik dengan objektif, maka tentunya mereka punya langkah ke depan yang lebih bermartabat di mata rakyat. Dengan demikian, bangsa ini kiranya membutuhkan decision maker yang tidak terjangkit anoreksia kritik yang akut. </p>
<p>*Penulis adalah Alumni Sasing Unand Bp 02. Sekarang  staf pengajar Politeknik Batam, Koordinator Polybatam Language Centre</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=245&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/anoreksia-kritik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkunjung ke Negeri Menhir</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/berkunjung-ke-negeri-menhir/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/berkunjung-ke-negeri-menhir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 16:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita-cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[¬Fatris Mohammad Faiz Negeri itu terletak lebih dari 40 kilometer dari Plasa Payakumbuh yang ramai. 40 kilometer, tidaklah jarak tempuh yang mudah untuk sampai ke negeri yang dililit gunung itu. Setelah anda sampai di Pasar Limbanang, berbeloklah ke kanan: tanjakan-tanjakan terjal menanti, penurunan rumit, tikungan patah siku yang dibarengi aspal pecah sepanjang puluhan kilometer. “Kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=243&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>¬Fatris Mohammad Faiz</p>
<p>Negeri itu terletak lebih dari 40 kilometer dari Plasa Payakumbuh yang ramai. 40 kilometer, tidaklah jarak tempuh yang mudah untuk sampai ke negeri yang dililit gunung itu. Setelah anda sampai di Pasar Limbanang, berbeloklah ke kanan: tanjakan-tanjakan terjal menanti, penurunan rumit, tikungan patah siku yang dibarengi aspal pecah sepanjang puluhan kilometer. “Kalau belum pernah ke Maek, sedapat mungkin berhati-hati sekali. Sopir luar kota pun belum berarti di sini,” seorang mengingatkan ketika<span id="more-243"></span> mobil yang kami tumpangi berhenti karena jalan kecil dan tidak bisa dijalani dua mobil sekaligus. </p>
<p>Kami berangkat dari Padang saat anak-anak berangkat ke sekolah di April yang cerah. Dua buah mobil mengkilap, jalanan dari Padang seolah hanya ada dalam play station. Tapi itu tak terjadi ketika anda telah melewati sebuah spanduk selamat datang di negeri Maek. Anda akan melalui tikungan demi tikungan tajam. Jatung terasa ciut juga. Betapa tidak, jurang dalam yang terjal menghimbau. Sedang jalan tak henti dihinggapi lubang yang banyak—lubang dari badan jalan yang koyak. Nyanyi dangdut kian syahdu, mendayu-dayu dari tape mobil. Tapi itu tak cukup membuat cerah wajah tegang ibu-ibu ini. </p>
<p> “Ya Allah, Il…” kata seorang ibu dalam mobil yang saya tumpangi mengeluh menyebut nama anaknya yang hendak menikah denga seorang perempuan cantik di negeri Maek. Ia, dan beberapa ibu lainnya hendak Maanta Marapulai. Saya, dan semua yang ada di mobil adalah orang yang baru pertama kali datang ke Maek. Tapi ibu-ibu itu terus saja berisik dan “mengucap” ucapan bernada serupa.</p>
<p>Selang beberapa jam, setelah singgah bersama ibu-ibu yang mengantar satu anak laki-lakinya yang hendak menikah itu, saya dan teman saya: Rikomo, juga Rito berniat untuk mendatangi menhir. “Sangat tidak lengkap sekali kalau datang ke sini tidak melihat menhir,” Rikomo bergumam i. Gumamannya disambut: “Tak jauh dari sini,” kata seorang lelaki yang rela mengantar kami. Hanya melalui dua tanjakan beruntun, kami sampai. Mobil susah masuk. Tak sampai 100 meter jalan kaki, kami dihadapkan pada batu-batu yang menghujam ke bumi. Berwarna coklat, kehitaman. Batu-batu yang entah akan mengisyaratkan apa untuk kehidupan sekarang. Batu-batu yang entah hendak mengingatkan apa dengan bahasa diam mereka. </p>
<p>Di lapangan yang cukup luas itu, terhampar ratusan menhir. Konon, menhir-menhir ini adalah makam-makam sejak zaman pra-sejarah sebagai penanda adanya sebuah peradaban dahulu kala yang telah musnah. Tak ada tulisan di batu-batu itu, hanya simbol-simbol berbentuk bunga yang dipahat pada batu. simbol itu hanya pada menhir yang ukurannya tinggi dan besar. </p>
<p>Konon di negeri itu pernah terbentuk sebuah peradaban yang sudah tenggelam, peradaban yang dibangun sepanjang aliran Batang Maek hingga ke Riau sana. Karena tempat dan negeri ini terkurung gunung, seorang lelaki sakti berkeinginan untuk membuat jalan keluar dari Maek—karena hingga sekarang hanya ada ajalan masuk. Dengan mengerahkan segenap “tenaga” ia akhirnya mendapat jalan buntu. Ia dihadapkan pada gunung-gunung tinggi menjulang. Tapi sang lelaki itu tak putus asa. Ia tembus gunung itu. Hingga sampai sekarang kita bisa melihat kejadiannya: gunung itu tembus. Orang menyebutnya bukik pasuak,atau bukik bolong.</p>
<p>Langit kehilangan warna, senja datang terburu. Bunga-bunga yang tumbuh di sisi-sisi menhir itu mengeluarkan wewangian yang aneh, tapi sejuk. Secara serentak, kami keluar dari areal menhir yang luas itu. Menyusuri jalan yang tak sejengkal pun mulus. Senja kehilangan warna, dangdut kian syahdu saja dalam mobil. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=243&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/berkunjung-ke-negeri-menhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KABAR BURUK DARI SURGA</title>
		<link>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/kabar-buruk-dari-surga-2/</link>
		<comments>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/kabar-buruk-dari-surga-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 16:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cermincommunity</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/kabar-buruk-dari-surga-2/</guid>
		<description><![CDATA[(Syair Cinta Rabiah Al-Adawiah) Fatris Moh. Faiz* Ia lahir dan hidup di Basrah Irak sekitar tahun 713 M ketika dinasti Umayyah berkausa di seluruh jazirah Arab, dan penjara di Basrah belum dijaga oleh tentara Amerika—tentu saja. Ia lahir dari keluarga yang sama sekali tidak mapan. Dan ketakmapanan itulah yang kemudian membuatnya jadi budak selama bertahun-tahun. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=242&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><br />
<strong>(Syair Cinta Rabiah Al-Adawiah)</strong></em></p>
<p>Fatris Moh. Faiz*</p>
<p>Ia lahir dan hidup di Basrah Irak sekitar tahun 713 M ketika dinasti Umayyah berkausa di seluruh jazirah Arab, dan penjara di Basrah belum dijaga oleh tentara Amerika—tentu saja. Ia lahir dari keluarga yang sama sekali tidak mapan. Dan ketakmapanan itulah yang kemudian membuatnya jadi budak selama bertahun-tahun. Setelah bebas, ia menekuni musik dan jadilah ia pemusik yang mendendangkan lagu-lagu. Lalu, tak berapa lama ketika itu musik dianggap subhat oleh beberapa ulama. Ia, sebagaimana musik, dikecam. Karena merasa dunia sekelilingnya penuh dengan “kecaman”, ia  pun mulai mencari cinta Tuhan. Tak hanya dalam musik musik, bahkan dalam “pertapaan”.</p>
<p>Ia Rabi’ah al-Adawiyah, perempuan yang kemudian dianggap sebagai figur dalam sastra sufistik dan kerap dipertentangkan. Bahkan hingga saat ini. Sajaknya, atau tepatnya syair, umumnya hanya diperuntukkan untuk sang Tuhan yang bagi Rabiah adalah kekasih. Bagi mereka yang menyembah Tuhan dengan penuh rasa takut (akan nereka yang penuh api) atau penuh pengharapan (akan surga yang di dalamnya terdapat bidadari jelita, sungai susu), jelas tak akan menerima apa yang dilontarkan Rabi’ah, perempuan yang memilih ‘suci’ seumur hidup itu. Ia, tentunya, memilih alur lain untuk menemukan Tuhan. Alur yang berbeda.</p>
<p>Al kisah, suatu hari ia membawa air di tangan kiri dan obor di tangan kanan. Seseorang bertanya: Kemana engkau akan pergi Rabi’ah?</p>
<p>Ia menjawab:<br />
Saya mau ke langit untuk membakar surga<br />
dan memadamkan api neraka<br />
Agar semuanya tak menjadi sebab manusia<br />
Menyembah-Nya<br />
Sekiranya Allah tak menjadi pahala dan siksa<br />
Masih adakah di antara mereka yang menyembah-Nya?</p>
<p>Membaca Rabiah, seakan menyentakkan kita bahwa Islam lahir dan hadir di muka bumi ini bukan karena kedua hal itu: surga ataukah neraka. Tetapi atas nama cinta, setidaknya begitu kata Rabi’ah.</p>
<p> Namun barangkali Rabi’ah keliru, orang tak (lagi) beribadah kepada sang Tuhan karena landasan cinta seperti apa yang umumnya dianjurkan para sufi. Manusia telah berperang dan saling bunuh untuk surga dan neraka itu. Untuk dua kata yang kekal itu, mereka mengutip Quran.  Setidaknya begitu yang disebut Fitna, film yang dilarang peredarannya di Indonesia saat ini.  Film itu membelalakkan mata kita, dan juga menyentuh kita dengan amarah. “Tidak semua orang Islam seperti itu, itu hanya sebagian kecil,” kata teman saya setelah menontonnya.</p>
<p>Rabiah memang tidak ada ketika Theo Van Gogh meregang nyawa di depan Muhammad Bouyeri. Sang seniman itu dibunuh karena dianggap telah melecehkan Islam di Belanda. Rabi’ah juga tak tak mengenal (atau mungkin dikenal) oleh Farag Fouda. Menurut catatan Tempo, kelompok yang menamakan diri Jamaah Islamiah yang pada tanggal 8 Juni 1992 telah membunuh Farag Fouda di  Madinath al-Nasr, Kairo. Fouda dituduh murtad atas tulisannya al-Haqiah al-Ghaybah (Kebenaran yang Telah Hilang), dan karena itu ia layak dibunuh. Dan Rabiah juga tidak ada ketika bom Bali meledak, dan tempat maksiat itu hancur bersama turis yang berpakaian seronok tengah menikmati liburan.Tentu tidak.</p>
<p>Saat sekarang, ketika iman seakan jadi ancaman di tengah kita untuk membuat garis batas antara beriman dan kafir, kita seakan dibutuhkan untuk membaca syair Rabi’ah.  <span id="more-242"></span></p>
<p>Mereka yang tidak menemukan cinta dalam beragama adalah mereka yang hanya menemukan api  dalam iman. Sedemikian buta kah cinta? Sedemikian angker kah Tuhan?<br />
<em><br />
Alangkah buruknya,<br />
Orang yang menyembah Allah hanya karena mengharap surga<br />
Dan ingin diselamatkan dari api neraka</p>
<p>Seandainya surga dan neraka tak pernah ada<br />
Apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?<br />
</em><br />
Syair itu ditulis ulang Ahmad Dhani dalam lagunya. Dhani mungkin—sebagaimana banyak orang Islam di Indonesia ini—jenis manusia yang tidak menyukai perang. Setidaknya perang yang berlabel agama. Bukankah mereka yang membunuh atas nama agama, atas nama tuhan, secara tidak langsung telah membunuh karena keinginan untuk mendapatkan sorga di kehidupan kelak? Bukankah mereka yang membunuh atas nama ‘penyelamatan iman’ adalah mereka yang membunuh atas segala ketakutan terhadap gejolak api neraka?</p>
<p>Neraka, api yang bergejolak dan membakar, ataukah api dalam diri? Api amarah yang membakar siapa saja—beriman atau tidak. Bukankah setiap kali kita marah sebetulnya kita telah hidup dalam neraka, neraka bagi diri kita sendiri? </p>
<p><em>Aku mengabdi pada tuhan bukan karena takut neraka<br />
Bukan pula karena mengharap surga<br />
Tetapi aku mengabdi karena cintaku padanya</p>
<p>Jika aku menyembahmu ,<br />
Karena takut pada nerakamu bakarlah aku di dalamnya<br />
Dan jika aku menyembahmu karena mengharapkan surga<br />
Jauhkan aku darinya<br />
&#8230;.<br />
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam lautan cintamu</em></p>
<p>Memang, beragama atas nama cinta adalah suatu bentuk beragama yang ideal.<br />
Seorang yang menemukan cinta Tuhan akan punya belas kasihan yang lebih (?). Sementara manusia yang tamak akan surga, seakan surga begitu sempit untuk manusia. </p>
<p>*sedang akan benar-benar menyelesaikan studi di Fakultas Sastra Unand. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cermincommunity.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cermincommunity.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cermincommunity.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cermincommunity.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cermincommunity.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cermincommunity.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cermincommunity.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cermincommunity.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cermincommunity.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cermincommunity.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cermincommunity.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cermincommunity.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cermincommunity.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cermincommunity.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cermincommunity.wordpress.com&amp;blog=6118414&amp;post=242&amp;subd=cermincommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cermincommunity.wordpress.com/2009/06/08/kabar-buruk-dari-surga-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e295062dcf716cce11f97b1b9b3bf41?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cermincommunity</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
