Komunitas cermin, sebuah komunitas pengkajian sastra, seni dan budaya–sebuah wadah diskusi temapat memperbincangkan perihal kemaren, sekarang, dan esok yang entah bagaimana.
setidaknya, kami telah bekerja
melelahkan memang
baik dan buruk kami serahkan pada yang berhak
semoga pekerjaan kita yang melelahkan ini memberikan hasil yang jauh meringankan…..
Oleh: an99a on Januari 16, 2009
at 3:19 am
yang merasa berhak siapa?
Oleh: Hadi M Zaf on Januari 18, 2009
at 3:00 pm
semua yang pernah mengunjungi space ini,, sengaja atau tidak sengaja. dengan niat baik ataupun buruk. dan yang berniat merkontribusi atau tidak… semuanya berhak
Oleh: cermincommunity on Januari 26, 2009
at 11:41 pm
Bang, koq alamat e-mailnya diganti lagi, kemaren aku dah ngirim tulisan ke email yang lama…
pantesan aja nga pernah di-posting disini…T_T
jangan bilang lupa password-nya ya….
Oleh: Puan Audrey on Januari 30, 2009
at 4:21 am
ada yang datang, ada yang pergi. begitulah dunia di sastra inggris unand. setiap generasi selalu berbeda. kali ini datang komunitas cermin. sebuah kabar menggembirakan buat saya. sebab saya dulu gelisah melihat fenomena pada kawan-kawan sastra inggris. tak ada yang berminat dalam dunia tulis menulis baik dari sastra ataupun budaya. tapi saya berharap telurkanlah karya-karya agung dari anak sastra inggris. sebab saya dulu sendiri. dan untunglah angkatan 03 dari exstensi;saudara faiz…..
berbuatlah untuk sastra dan budaya. mudah-mudahan ada sastrawan dan budayawan lahir dari jurusan kita!!!!!!!!!!!!!!!!
salam
edo virama putra
Oleh: EDO VIRAMA PUTRA on Januari 30, 2009
at 1:54 pm
hahahaha
papau.
Oleh: cermincommunity on Februari 11, 2009
at 10:44 am
edo virama putra? halo bang edo. bagaimana keadaannya? masih menulis, bang?
Oleh: rumahteduh on Februari 12, 2009
at 3:12 pm
Setelah membaca beberapa tulisan dan komentar dalam blog ini, saya jadi prihatin dengan budaya berbahasa dari beberapa kalangan (yang saya yakin masih muda).
Ingin berbagi fikiran dan membangun jejaring sosial dengan mereka yang punya minat dan cara pandang yang serupa, barangkali itulah tujuan dari blog ini.
Saya lihat dan baca dan pahami seharusnya ada prinsip juga yang coba dibangun oleh komunitas ini dalam bertulisan, paling tidak dalam berkomentar, sebagai yang terpelajar, sebaiknya coba ber-bahasa-lah yang baik karena sudah tau ilmunya.
Karena,
Kalau hanya copy/paste dan repetition, itu tahap berbahasa pada anak umur 1-2 tahun.
Bahasa adalah alat pikir, jadi kalau cuma bisa tulis kata “sampah” berarti yang dipikir cuma sampah.
Bahasa juga cermin pribadi dan bangsa, ada yang bilang, bangsa yang maju tercermin lewat bahasanya.
Apalagi kalau sastrawan, berbahasa tidak sekedar berpikir, tapi juga menyampaikan rasa. Sayang kalau rasa yang disampaikan hanya terbatas pada satu bentuk emosi saja.
Bahasa untuk Perubahan juga tidak selalu harus berisi dengan carut marut dan caci maki, Rasul Allah tidak pernah mencaci maki dalam mengajak umat masuk Islam. Kenapa kemudian para penulis yang baik harus bisa bercarut marut?
Apalagi dalam menulis, sebaiknya berbahasalah yang elegan, karena tulisan akan menjadi dokumen kehidupan, jangan sampai setelah mati kita dikenal karena buruknya, sementara orang yang menjadi contoh baiknya.
Hhmm…memang memprihatinkan jika komentar seperti ini yang kemudian menjadi lebih populer, entah bagaimana menanggungkannya pada generasi yang tersesat karenanya…
Untuk Komunitas Cermin, maaf jika sekali turut sudah kasih KulTuM, tetapi sebaiknya pertahankan budaya berbahasa yang baik pada blog ini.
Tabik!
Oleh: I am LOVE on April 30, 2009
at 12:35 pm
Dengan sangat menyesal, officer blog Komunitas Cermin akan menghapus komentar-komentar yang bersifat memecah belah, sarkastik apatis dan komentar-komentar repetisi.
Demi membangun suasana kondusif dan nyaman bagi pengunjung blog ini nantinya
Salam
Oleh: cermincommunity on Mei 1, 2009
at 2:35 pm
berarti berkali kali baru mati!!!!
Oleh: allenditya on Mei 8, 2009
at 2:47 pm
yang sudah2 juga begitu saya rasa. apakah beranjak ke perubahan atau melanjutkan yang sudah ada? memang sulit merubah semuanya ditngah arus deras kebanyakan komunitas yang hampir sama. bisa jadi hanya memperpanjang track list. SBY saja tidak mau lagi ‘berubah’ lalu merubah slogan dengan ‘lanjutkan’.
Ingatkan Ibu agar selalu membri “pesan” setiap pagi, agar siang dan malam tak lepas dari pangkuannya,,
Selamat Berjuang Kawan!!!
Oleh: allenditya on Mei 8, 2009
at 2:59 pm
salam kenal n numpang belajar
Oleh: kopral cepot on Mei 14, 2009
at 12:12 am
@allenditya :
hmm,, berkali-kali baru mati…
nice words! seperti halnya rumput liar yang tak jera terinjak dan tetap tumbuh kuat dan tegar….
menambah daftar apa salahnya,, toh walaupun bergerak dalam kesamaan,, setiap bibit punya kekhasan,, yang harus diberikan celah untuk bisa keluar dan mekar. sesederhana apapun tujuannya…
@kopral cepot :
mari kita sama-sama belajar!
Oleh: an99ong on Mei 14, 2009
at 2:06 am
salam kenal an99ong…
saya yakin anak2 cermin tak mau jadi rumput yang terinjak….blum tentu berarti…
kalau pun itu terjadi, saya adalah orang yang akan menjadi tameng atas rumput tersebut.,
cermin memang harus mekar sebelum mati!!! benar benar mati!!!! harus mekar!!!! sebelum mati!!!
sumbang lah beberapa nyawa agar kematian nya lebih lama…..untuk semua….
Oleh: allenditya on Juni 1, 2009
at 3:28 am
yakinlah kalau an99ong itu bernyawa kucing,, punya delapan cadangan untuk disumbangkan kepada kita…! tidak hanya Cermin,, tapi juga rumput liar lainnya…
amin
Oleh: cermincommunity on Juni 2, 2009
at 7:29 am
salam kenal allenditya…
sebenarnya saya yakin cermin tidak perlu tameng,, lemah banget kedengerannya.. justru yang berani menanti hadangan apapun tanpa bermanja-manja akan jadi lebih kuat dan liat! insya Allah…
Oleh: an99ong on Juni 3, 2009
at 2:48 pm
Amin.
eh, ciek lai…..
GANYANG MALAYSIA!!!!!
Oleh: allenditya on Juni 5, 2009
at 3:21 am
ah,, HAJAR aja..!!
gak usah pake bahasa-nya Soekarno itu…
^o^
Oleh: an99ong on Juni 6, 2009
at 9:29 am
salam,
tetrtarik makanya singgah disini sebentar.
apakah disini senyaman “barak karimuntiang” untuk berciloteh?
salam
Oleh: ketuapemuda on Juli 5, 2009
at 4:59 pm
di sini, akankah terdengar kisah
yang didendangkan ketika subuh masih dalam sekepal badan
di sini, adakah jiwa yang lepas
mencari sekeping rindu untuk waktu yang lekas
seperti lantun bukit-bukit yang bertemu di muara
tempat laut melepaskan renyuh dan silang-sengketa
jika di sini cuma cermin
maka, tak ada guna rindu, dan kisah itu kalian temu
tak lagi bergeliat seperti garang debur ombak
tak lagi terang seperti intipan purnama
tak lagi indah seperti saganya senja
jika di sini cuma cermin
maka, cuma retaknya yang kutunggu
atau derai pecahnya yang kunanti
Oleh: sayyid on Juli 14, 2009
at 6:08 am
misi da, lai buliah awak gabuang da??
Oleh: tamabaro on Juli 18, 2009
at 12:43 pm
salam kenal.
Oleh: miftahrahman on Juli 21, 2009
at 5:10 pm
salam kenal, silakan bergabung, berkomentar, berciloteh atau apapun… terima kasih..
salam
Oleh: cermincommunity on Juli 23, 2009
at 3:21 am